Survei ICN: Jokowi-Ma’ruf Unggul Tipis di Cirebon dan Indramayu

Mar 08, 2019 Admin News 0 comments

Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga survei Indo Consulting Network (ICN) merilis hasil-hasil survei pemilihan presiden dan wakil presiden 2019-2024 yang diikuti oleh dua pasangan calon Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.

Survei yang dilakukan di Cirebon-Indramayu ini melibatkan masyarakat mulai dari usia 17 tahun atau yang sudah menikah. Dengan total responden 800 orang dan margin of error sekitar 3,5%, survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 96.5%.

Wisnu Sentosa, Direktur Indo Consulting Network, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/2) memaparkan bahwa responden yang terpilih secara langsung (face to face), sehingga survei ini memiliki keakuratan yang mendekati kenyataan.

“Rata-rata yang menjadi responden berprofesi sebagai petani, yakni 25,3%, wiraswasta 24,4%, PNS 15,4%, karyawan swasta 13,7%, guru 8,6%, lainnya 8,2%, dan yang tidak bekerja sebanyak 4,4%,” ujar Wisnu. Lebih lanjut, Wisnu menjelaskan bahwa sebagian besar responden merupakan lulusan sekolah dasar (SD) 32,1%, 24,4% lulusan SMA, 19,2% lulusan SMP, 13,9% sarjana, 7,6% pascasarjana, dan 2,8% lainnya tidak sekolah.

Survei perilaku pemilih menjelang Pemilu Presiden 2019 dan Pemilu legislatif di Dapil Jabar VIII ini berusaha untuk memetakan popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas kandidat. “Hasilnya adalah popularitas Jokowi mencapai 100%, Prabowo 95,8%, Sandiaga Uno 78,2%, dan Ma’ruf Amin sebanyak 74,,2%. Jadi, Jokowi masih unggul sedikit jika dibandingkan Prabowo, dan Sandiaga lebih unggul dari Ma’ruf Amin,” papar Wisnu.

Elektabilitas yang dimiliki oleh capres-cawapres nomor urut satu, Jokowi 83,64%, Ma’ruf 71,46%, sedangkan eletabilitas capres-cawapres nomer urut dua, Prabowo 74,12% dan Sandi 73,2%. “Elektabilitas yang dimiliki Jokowi dapat menutupi elektabilulitas Ma’ruf amin, sehingga Jokowi-Ma’ruf masih lebih unggul jika dibandingkan dengan capres nomor urut dua Prabowo-Sandi,” ujar Whisnu.

Selain pilpres, ICN juga melakukan survei untuk pemilu legislatif. Hasil survei menunjukan Anggawira unggul di dapil VIII Jabar dari Partai Gerindra. “Anggawira menempati urutan pertama dengan popularitas sebanyak 2,6%, Nur Hasyim 2,4%, Kardaya 2,1%, Kalingan 1,8%, dan Dede Muharam sebanyak 1,3%,” sambung Wisnu.

Banyaknya nama-nama baru yang muncul dan mengalahkan popularitas petahana pada pileg 2019 ini harus lebih diperhatikan dan diwaspadai oleh petahana di Dapil VIII Jabar. Karena menurut Wisnu, Dapil Jabar VIII dihuni banyak kuda hitam (caleg baru).

Elektabilitas yang dimiliki oleh kuda hitam (caleg baru) dapat menggeser posisi petahana di Dapil Jabar VIII.
“Jika keadaannya terus seperti ini, maka bukan tidak mungkin jika nantinya kuda hitam yang memenangkan pileg di Dapil VIII ini” pungkas Wisnu.

 

Sumber: JG

Related Posts

Leave a Comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.