Harus Lebih Greget dan Tak Garing

Mar 08, 2019 Admin News 0 comments

INDOPOS.CO.ID – Debat kedua calon presiden pada 17 April nanti nampaknya menjadi ajang jualan bagi Joko Widodo dan Prabowo Subianto, terutama terkait infrastruktur dan pangan.

“Tema debat kedua nanti sangat tepat untuk kedua Capres menjadi ajang jualan atau pencitraan. Jokowi di bidang infrastruktur, dan Prabowo di bidang pangan,” ucap pengamat politik Jeirry Massie kepada INDOPOS di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Namun, dia berharap kedua Capres ini bisa menghidupkan suasana debat dengan saling menyanggah dan mempertajam di kedua tema tersebut. “Saya harapkan tidak seperti di debat pertama. Begitu garing dan tak ada greget. Untuk debat kedua nanti, kedua Capres harus saling tunjukkan kualitas dan sesuai visi misinya,” ujarnyanya.

Menanggapi hal ini, Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma’ruf, Usman Kasong menjelaskan, pembangunan infrastruktur di pemerintahan Jokowi-JK naik level jika Jokowi-Ma’ruf Amin terpilih kelak.

Menurut dia, konsep digital yang diusung Prabowo-Sandiaga seperti digital farming sudah dipikirkan sejak Jokowi-JK memenangi Pilpres 2014. Artinya, kata dia, infrastruktur yang dibangun Jokowi harus dilanjutkan dengan program digitalisasi dan teknologi.

“Kami akan paparkan digitalisasi infrastruktur yang sudah dibuat Pak Jokowi. Misalnya, Pak Prabowo punya konsep kedaulatan pangan, tapi kami sudah lebih dulu membangun bendungan untuk mencapai target swasembada pangan yang di dalamnya termasuk program digitalisasi,” kata Usman, Jumat (8/2/2019).

Jika infrastruktur Jokowi dikaitkan dengan kebocoran sebagaimana isu yang dimainkan Prabowo, Usman mengatakan, pihaknya selalu berhati-hati karena dari awal proses KPK selalu dilibatkan. Terkait harga infrastruktur yang disebut kemahalan, Usman mengatakan pemerintahan Jokowi mengutamakan kualitas dan bahan terbaik untuk pembangunan.

“Nanti kami juga siapkan datanya seperti dugaan kebocoran infrastruktur, tapi kami ada bukti dikawal oleh KPK,” ujarnya.

Soal harga pangan yang diprediksi bakal jadi senjata Prabowo, Usman menyatakan ,Jokowi akan memaparkan usaha pemerintah menstabilkan harga. Salah satu contohnya, kata dia, tidak ada gejolak harga pangan selama tiga tahun terakhir seperti menjelang lebaran atau hari-hari besar.

“Kami juga punya tim pemberantasan mafia pangan yang akan dipaparkan Pak Jokowi nanti. Pembahasan itu termasuk menjawab impor pangan yang di dalamnya termasuk konsep substitusi, ekstensifikasi hingga diversifikasi pertanian,” tegas Usman.

Sementara itu, anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Anggawira mengatakan, telah mempersiapkan sejumlah pertanyaan terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin untuk debat kedua 17 Februari nanti.

BPN, kata dia, menemukan banyak celah yang bisa dibongkar dari pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla terutama dilihat dari lima tema debat, yakni Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup.

BPN juga telah memiliki sasaran untuk dikritik sekaligus solusi yang akan ditawarkan. Pada sektor infrastruktur, Anggawira mempertanyakan, pembangunan infrastruktur di sektor lain seperti infrastruktur pertambangan dan infrastruktur pertanian.

“Selama ini infrastruktur yang dibanggakan terkait logistik seperti jalan dan jembatan. Kenapa infrastruktur ditekankan di Pulau Jawa sementara di Sulsel banyak infrastruktur tambang terbengkalai. Di sektor energi, PLN hanya berkutat di hulu saja, hilirnya kacau balau seperti soal pembangkit,” kata Anggawira usai diskusi di Jakarta, Minggu (10/2/2019). (dil)

Related Posts

Leave a Comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.